Rabu, 18 April 2018

Pendaftar Jalur UM-PTKIN Terus Meningkat

Pendaftaran jalur Ujian Masuk (UM) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang telah dibuka sejak 12 April 2018, mendapat antusiasme dari para pendaftar calon mahasiswa baru tahun akademik 2018/2019. Hal ini terbukti dari jumlah pendaftar yang semakin meningkat pada setiap harinya. Seperti halnya pada Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Parepare.

STAIN Parepare yang telah berubah bentuk menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare kini diserbu oleh berbagai pendaftar calon mahasiswa baik pendaftar dari dalam kota maupun luar kota Parepare. Di hari ke tujuh, jumlah pendaftar sudah mencapai 160 orang yang akan diperkirakan terus bertambah hingga pada batas akhir pendaftaran UM-PTKIN pada 08 Mei 2018 mendatang.

Hal ini sesuai dengan data rekapitulasi peminat yang diperoleh dari laman admin UM-PTKIN. Dr. Zainal Said selaku Ketua Panitia Lokal melihat IAIN Parepare semakin dikenal, diminati, dinanti oleh masyarakat khususnya di wilayah Ajatappareng “Alhamdulillah IAIN Parepare ini semakin dikenal oleh masyarakat dan IAIN Parepare memberikan bukti bahwa bisa memberikan harapan terbaik bagi alumni-alumni yang dulunya STAIN sekarang IAIN,” ungkap Ketua Panitia Lokal Penerimaan Mahasiswa Baru, Zainal Said.



Sementara pada jalur Seleksi Prestasi Akademik Nasional (SPAN) PTKIN, kini telah memasuki seleksi tahap kedua. Muhammad Djunaidi yang ditemui usai melakukan rapat bersama panitia lokal mengungkapkan pada tahap ke dua ini sisa menambah kuota dari jumlah keseluruhan kuota SPAN sebanyak 504. “Tahap PTKIN satu telah selesai pada tanggal 14 yang lalu. Tinggal menambah kuota yang memang belum terpenuhi pada PTKIN satu, karena pada PTKIN dua sisanya hanya 13 orang karena 491 PTKIN satu,” jelas Wakil Ketua I Bidang Akademik dan Kelembagaan STAIN Parepare, Muhammad Djunaidi saat ditemui usai mengikuti rapat.

 

Senin, 16 April 2018

IAIN Bone Kunjungi IAIN Parepare

Dua Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang ada di Sulawesi selatan yakni STAIN Watampone dan STAIN Parepare secara bersamaan telah berubah bentuk menjadi IAIN (Institut Agama Islam Negeri). Perubahan ini terjadi setelah terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) nomor 29 tahun 2018 tanggal 5 April 2018 yang kemudian Perpres ini dimasukkan dalam lembaran negara pada tanggal 7 April 2018 April 2018. Hal ini membuat IAIN Bone melakukan kunjungan ke IAIN Parepare (16/04).

Kunjungan tersebut dilakukan guna terjalinnya silaturahim antara satu sama lain serta saling menambah pengetahuan terkait tentang pengembangan institusi. “Kahadiran kami di sini untuk share, untuk menambah pengetahuan,” ungkap Ketua STAIN Watampone yang kini menjadi IAIN Bone, Prof. Dr. Andi Nuzul.

[caption id="attachment_7586" align="alignnone" width="300"] Foto: Prof. Dr. Andi Nuzul, SH, M. Hum saat memberi sambutan[/caption]

Prof. Dr. Andi Nuzul  yang datang berserta rombongan civitas akademiknya berkunjung ke kampus IAIN Parepare untuk melihat segala fasilitas sarana dan prasana pada setiap unit yang ada. “Memang wajar sekali kalau STAIN Parepare berubah bentuk menjadi IAIN Parepare. Apalagi saya tau persis, di bawah koordinasi teman-teman sekalian memang beberapa prestasi yang diraih,” jelasnya.



Sementara Ketua STAIN Parepare Dr. Ahmad Sultra Rustan sangat menyambut baik kehadiran segenap civitas IAIN Bone. “Senang sekali Bapak -bapak dan Ibu-ibu hadir di kampus kami. Kampus kami, kalau dilihat akreditasinya sama dengan Bone. Institusi juga B, kemudian PAI (Prodi Pendidikan Agama Islam) juga terakreditasi A kemudian masih banyak C karena ada juga prodi baru itu otomatis C. Sedangkan B, hampir semua jurusan terakreditasi B,” ungkapnya.

[caption id="attachment_7588" align="alignnone" width="300"] Foto: Melihat Fasilitas Perpustakaan[/caption]

Dr. Ahmad Sultra Rustan juga menjelaskan terkait upaya yang dilakukan dalam peningkatan akreditasi Prodi (Program studi). “Kami memiliki cara yang unik dalam pengembangan Prodi atau peningkatan akreditasinya. Kami membentuk satu tim akreditasi kemudian kami tempatkan mereka di suatu tempat yang dinamakan zona akreditasi. Mereka inilah yang senantiasa mengumpulkan bahan-bahan akreditasi, menyusung borang,” jelas Ahmad Sultra Rustan saat saat memberi sambutan.

[caption id="attachment_7584" align="alignnone" width="300"] Foto: Penandatanganan MoU oleh Ketua Penanggungjawab Prodi PBA STAIN Parepare disaksikan oleh Ketua Prodi STAIN Watampone[/caption]

Dalam kunjungan IAIN Bone ke kampus IAIN Parepare juga dirangkaian dengan penandatanganan MoU (Memorandum of Understanding) oleh beberapa jurusan dan Prodi antara IAIN Bone dengan IAIN Parepare. Salah satunya penandatanganan MoU antara penangungjawab Prodi Pendidikan Bahasa Arab (PBA). “Kita ingin jalin kerjasama antara STAIN Watampone dengan STAIN Parepare dengan program studi yang sama Pendidikan Bahasa Arab. Bentuk kerja sama di sini ada sebagai pihak pertama dan ada sebagai pihak kedua, di antaranya misalnya mendukung dan meningkatkan keberhasilan pembangunan nasional di bidang perguruan tinggi, ini terkhusus pendidikan Bahasa Arab. Kemudian meningkatkan dan mengokohkan hubungan kelembagaan dan juga amanah tridharma perguruan tinggi,” jelas Dr. Muslihin  Sultan selaku Penanggung jawab Program Studi PBA IAIN Bone.

Hasil Rapat Senat: Proses Pertimbangan Kualitatif Calon Ketua Tetap Dilanjutkan

Ketua dan sejumlah anggota senat Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Parepare kembali melaksanakan rapat senat di lantai 5 gedung Perpustakaan STAIN Parepare, Senin 16 April 2018. Rapat tersebut kembali dilaksanakan pasca rapat senat yang dilakukan pada hari Jum'at lalu(13/04).



Pada rapat senat yang dilakukan hari Jum'at lalu, ketua dan anggota senat memutuskan untuk mengirim risalah atau kronologis hasil-hasil rapat sebelumnya  ke kementerian Agama. Namun sebelum risalah tersebut sampai ke pusat, salah satu pejabat pusat menghadiri workshop Manajerial Pengelolaan Perguruan Tinggi pada IAIN Parepare (14/04).

"Di hari jum'at itu kita akan putuskan bahwa kita akan pending untuk sementara kemudian mengirim risalah ke pusat sambil menunggu jawaban kementerian Agama, apa yang akan diputuskan di pusat. Ternyata sebelum itu dikirim, sudah ada pejabat pusat yang datang", jelas Ketua Senat, Ahmad Sultra Rustan.

[caption id="attachment_7570" align="alignnone" width="300"] Foto: Kehadiran Prof. Dr. M. Arskal Salim Gp. M. Ag selaku Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam pada kegiatan Workshop (14/04)[/caption]

Prof. Dr. M. Arskal Salim Gp. M. Ag selaku Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Kementerian Agama yang hadir pada workshop tersebut  menginstruksikan agar semua proses yang sedang berjalan tetap dilanjutkan termasuk proses pemilihan ketua STAIN Parepare.

Hal inilah yang membuat ketua dan anggota senat memutuskan untuk melanjutkan proses  pemilihan. "Kami dari anggota senat sudah meminta panduan dari beliau dan beliau menghendaki memberi langsung respon terhadap risalah yang kita sampaikan bahwa lanjutkan. Itulah yang kami anggap sebagai fatwa yang kami tunggu. Maka hari ini kami lanjutkan, sehingga rapat senat tadi sudah memutuskan, dilanjutkan proses pertimbangan kualitatif terhadap calon," tambah Ahmad Sultra Rustan saat ditemui usai mengikuti rapat senat.

[caption id="attachment_7574" align="alignnone" width="300"] Foto: Kedua calon Ketua (sisi kiri, Dr. Firman dan sisi kanan, Dr. Ahmad Sultran Rustan) memasuki ruang rapat senat untuk mengikuti penilaian kualitatif oleh anggota senat.[/caption]

 

Minggu, 15 April 2018

IAIN Parepare: Workshop Manajerial Pengelolaan Perguruan Tinggi

STAIN Parepare --- Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Parepare menggelar workshop manajerial perguruan tinggi. Kegiatan ini dilaksanakan di lantai lima, gedung perpustakaan IAIN Parepare (14/04).

Kegiatan yang dihadiri oleh segenap sivitas akademik dengan mengundang narasumber Prof. Dr. M. Arskal Salim Gp. M. Ag selaku Direktur PendidikanTinggi Keagamaan Islam.

Dalam workshop tersebut, Prof. Dr. M Arskal Salim membahas terkait Sumber Daya Manusia (SDM), sarana dan prasana, serta akreditasi baik itu institusi maupun jurusan.

Jumat, 13 April 2018

P3M Gelar Workshop Dosen Pembimbing Lapangan

STAIN Parepare --- Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Parepare menggelar workshop Dosen Pembimbing dengan tema KPM berbasis riset di Ruang Seminar Pascasarjana IAIN Parepare (13/04).

Sebanyak 30 dosen yang mengikuti workshop tersebut dengan menghadirkan tiga narasumber di antaranya Prof. Dr. M. Arskal Salim, Dr. Ahmad Sultra Rustan dan Djaka Badranaya. “Ini sudah bertahap, sudah angkatan kedua. Kalau semua dosen PNS selesai, kita akan lanjutkan ke dosen PPNPN (Pegawai Pemerintahan Non Pegawai Negeri), walaupun sekarang ada yang bercampur.” ungkap sekretaris P3M, Sitti Jamilah.



Workshop ini merupakan salah satu syarat dosen apabila ingin menjadi dosen pembimbing lapangan pada Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM). Selain menjadi pembimbing lapangan, dosen juga diharapkan melakukan riset pada lokasi KPM.

“Mereka bukan cuma menjadi pendamping lapangan saja tetapi mereka ada produk/ karya riset yang dihasilkan selama menjadi pendamping KPM,” tambah Sitti Jamilah. Rencananya Kuliah Pengabdian Masyarakat akan dilaksanakan pada bulan Juli 2018 dan akan diikuti oleh mahasiswa yang telah memenuhi peryaratan KPM.



Sementara Ahmad Sultra Rustan selaku Ketua STAIN Parepare yang kini STAIN Parepare berubah bentuk menjadi IAIN Parepare mengungkapkan, “Kebijakan kita untuk menempatkan dosen pembimbing lapangan sekaligus melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat itu adalah upaya untuk kita saling memberikan kontribusi antara kegiatan pengabdian dengan kegiatan KPM,” ungkapnya saat memberi sambutan.

Konferensi Pers: STAIN Parepare Resmi Berubah Bentuk IAIN Parepare

IAIN Parepare --- Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Parepare resmi berubah bentuk jadi IAIN (Institut Agama Islam Negeri) Parepare. Perubahan bentuk ini diumumkan secara resmi oleh Ahmad Sultra Rustan, Ketua STAIN Parepare dalam konferensi pers yang dilaksanakan di ruang Senat, lantai dua gedung rektorat IAIN Parepare (13/04).

Konferensi tersebut dihadiri oleh para wakil ketua, para Ketua Jurusan dan sejumlah awak media. STAIN Parepare yang telah berdiri sejak tahun 1997 akhirnya berubah status di awal bulan April 2018.

Hal ini sesuai dengan terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) nomor 29 tahun 2018 tanggal 5 April 2018 yang kemudian Perpres ini dimasukkan dalam lembaran negara pada tanggal 7 April 2018 dengan nomor 52 yang tercatat dalam lembaran negara tahun 2018.  “Perpres itu menginstruksikan bahwa Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Parepare berubah bentuk menjadi Institut Agama Islam Negeri Parepare. Jadi dengan adanya Perpres dan telah diundangkan, dicatat dalam lembaran negara maka secara resmi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Parepare ini telah berubah menjadi Institut Agama Islam Negeri,” jelas Ahmad Sultra Rustan.

Perubahan status ini, sebelumnya telah disiapkan oleh pihak lembaga dengan menyiapkan berbagai hal-hal yang dibutuhkan dalam perubahan bentuk STAIN Parepare menjadi IAIN Parepare. “Ini kami sudah menyiapkan beberapa infrastruktur yang akan menunjang ketika berubah menjadi IAIN sehingga kita tidak kerepotan setelah Perpres itu turun, seperti persiapan kami untuk Ortaker (Organisasi dan Tata Kerja). Kami sudah buat drafnya dan sudah diusulkan di Kementerian Agama dan ini akan dilanjutkan ke KemenPAN (Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara)  pembahasannya,” terang Ahmad saat menjawab pertanyaan salah satu wartawan.

[caption id="attachment_7553" align="alignnone" width="300"] Foto: Sudirman L (kiri), Ahmad Sultra Rustan (tengah), Muhammad Djunaidi (kanan)[/caption]

Bahkan Ahmad Sultra Rustan  juga mengungkapkan telah menyiapkan logo, himne dan mars IAIN Parepare dan berharap agar perubahan bentuk ini, IAIN Parepare semakin berkembang, maju dan semakin berkualitas sehingga dapat menjalankan amanah negara dalam rangka mencerdaskan anak bangsa Indonesia.

“ Ke depan setelah kita berubah bentuk menjadi IAIN, tentu yang kami tunggu adalah amanah kepada siapa pimpinan yang ditunjuk menjadi pimpinan perguruan tinggi (Rektor) untuk terus mengembangkan lembaga ini,” tutup Ahmad Sultra Rustan.

Selasa, 10 April 2018

Rapat Senat, Bahas Tiga Hal

STAIN Parepare--- Pasca proses penjaringan bakal calon ketua STAIN Parepare untuk periode 2018-2022, ketua dan para anggota senat lakukan rapat senat. Rapat tersebut  berlangsung di lantai 5 gedung perpustakaan STAIN Parepare.

Rapat ini dilakakukan guna membahas berbagai hal yang menyangkut lembaga STAIN Parepare. “Ada tiga hal yang kita bicarakan, yang pertama itu penyampaian hasil kerja dari panitia penjaringan bakal calon ketua STAIN Parepare. Kita juga menetapkan jadwal untuk mengundang bakal calon itu," ungkap Ahmad Sultra Rustan, Ketua Senat yang juga masih berkapasitas sebagai Ketua STAIN Parepare.

[caption id="attachment_7544" align="alignnone" width="300"] Foto: Ahmad Sultra Rustan[/caption]

Selain membahas hasil kerja dari panitia penjaringan bakal calon ketua, rapat tersebut juga membahas akan hadirnya dosen pindahan dari universitas luar serta usulan kenaikan pangkat bagi  6 dosen STAIN Parepare . “Kedua kita juga membicarakan adanya dosen dari universitas di luar lembaga kita ini yang ingin pindah. Beliau adalah S3 Doktor dalam bidang Ilmu Komunikasi dan kita sudah terima. Kemudian ketiga adalah mutasi untuk kenaikan pangkat teman-teman dosen sebanyak 6 orang diusulkan, anggota senat sudah menyetujui bahwa mereka sudah bisa dilanjutkan proses administrasi kenaikan pangkat mereka, ” jelas Ahmad Sultra Rustan usai mengikuti rapat.