Selasa, 17 Juli 2018

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Pantau 3 Gedung Baru IAIN Parepare

IAIN Parepare--- Peletakan batu bata pertama pembangunan gedung SBSN (Surat Berharga Syariah Negara) dilakukan  secara simbolik oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI,  Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin pada lokasi pembangunan gedung Auditorium baru IAIN Parepare, Selasa (17/07).



Sebanyak 3 gedung baru yang sementara dalam proses pembangunan di lokasi tanah milik IAIN Parepare. Adapun tiga bangunan tersebut diantaranya gedung  kuliah terpadu, gedung auditorium dan gedung Tarbiyah. Seluruh proyek pembangunan gedung  dikawal langsung oleh tim pengawalan dan Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D), Kejaksaan Negeri Parepare.

Rektor IAIN Parepare, Dr. Ahmad Sultra Rustan dalam sambutannya menjelaskan progress (perkembangan) IAIN Parepare khususnya tingginya minat pendaftaran pada penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2018/2019.

Adanya peningkatan jumlah mahasiswa IAIN Parepare yang terus bertambah sehingga perlu didukung sarana dan prasarana yang memadai. Seperti halnya pembangunan gedung Auditorium baru yang diperkirakan akan berkapasitas 2500 orang.  “Insyaallah tahun 2019 kami mengharapkan pembangunan gedung  untuk sementara kita upayakan untuk dicukupi, sehingga pada tahun 2020 kita akan memulai penataan taman dan jalan,” ungkap Rektor IAIN Parepare, Ahmad Sultra Rustan.

Kedatangan Direktur  Jenderal Pendidikan Islam (Pendis) Kementerian Agama RI Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin sekaligus turut memantau  secara langsung terhadap tiga pembangunan gedung tersebut. Ia mengajak agar terus  bersinergi  dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.  “Mudah-mudahan kita bisa bersinergi, melakukan yang terbaik sesuai dengan kapasitas kita masing-masing untuk bersama-sama memajukan kampus kita, sama-sama meningkatkan kualitas pelayanan kita kepada masyarakat” harapnya saat menyampaikan sambutan.

Akhir Semester, Prodi BKI Gelar Seminar Keluarga

IAIN Parepare--- Program Studi (Prodi) Bimbingan Konseling Islam jurusan Dakwah dan Komunikasi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare menggelar seminar keluarga di Aula IAIN Parepare, Selasa (17/07). Seminar dilakukan sebagai  rangkaian perkuliahan pada mata kuliah psikologi keluarga sebagai wujud nyata dari peningkatan pribadi secara berkelanjutan.



Diikuti oleh puluhan mahasiswa Prodi Bimbingan Konseling Islam, Ketua jurusan Dakwah dan Komunikasi, Dr. Muhammad Saleh mengungkapkan seminar keluarga tersebut diharapkan mahasiswa sebagai calon konselor mampu melakukan pendampingan secara personal terutama di tingkat keluarga dikarenakan keluarga merupakan kunci dari segala persoalan.

Sementara Pelaksana tugas (Plt) Wakil Rektor II, Dr. H. Sudirman L mengapresiasi seminar tersebut. Hal ini dikarenakan konselor sangat dibutuhkan oleh masyarakat. "Persoalan sosial terus berkembang setiap saat mulai dari keluarga hingga lingkungan sekitar. Persoalan tersebut memerlukan solusi agar bisa menemukan jalan keluar yang tepat," ungkapnya saat memberi sambutan mewakili Rektor IAIN Parepare. Dengan mengangkat tema keluarga sehat mental perspektif psikologi Islam yang menghadirkan dua pemateri  yakni Adnan Achiruddin Saleh, S. Psi., M. Si dan Emilia Mustary, M. Psi, Psikolog. Keduanya merupakan dosen tetap di IAIN Parepare yang ahli dalam bidangnya.

 

 

 

 

 

 

 

Sabtu, 14 Juli 2018

Peresmian IAIN Parepare akan dihadiri Menteri Agama RI

IAIN Parepare--- STAIN Parepare yang telah berubah bentuk menjadi IAIN Parepare akan segera melakukan peresmian (launching) yang direncanakan dalam bulan Juli ini (Baca berita perubahan bentuk) . Persemian tersebut rencananya akan dihadiri oleh Menteri Agama Republik Indonesia (RI) Drs. H. Lukman Hakim Saifuddin.

Dalam rapat yang dilaksanakan di ruang seminar Pascasarjana IAIN Parepare,  Dr. Ahmad Sultra Rustan selaku Rektor IAIN Parepare menginstruksikan melakukan persiapan. "Kegiatan ini sekalipun waktu pelaksanaan masih ada tenggang waktu, saya harap kita semua senantiasa siap," ungkap Rektor IAIN Parepare, Ahmad Sultra Rustan, Jum'at (13/07).

[caption id="attachment_8325" align="alignnone" width="300"] Foto: Sisi Kiri Dr. Muhammad Saleh (Ketua Panitia Peresmian IAIN Parepare), Dr. Ahmad Sultra Rustan (Rektor IAIN Parepare), Dr. H. Sudirman. L (Plt. Wakil Rekstor II).[/caption]

Selain melibatkan dosen dan staf setiap unit kampus dalam kepanitiaan peresmian IAIN Parepare juga turut melibatkan unsur mahasiswa. Dr. Muhammad Saleh selaku Ketua Panitia mengungkapkan rapat tersebut dilakukan guna memberi arahan terkait desain ataupun setting (pengaturan) acara peresmian. "Rapat ini bukan lagi rapat perdana yang seperti biasanya tapi  rapat ini sudah menjadi titik awal untuk kita melakukan aksi, memulai pekerjaaan, apa hal yang harus kita benahi dalam rangka peresmian IAIN ini," jelas Ketua Panitia Peresmian IAIN Parepare, Muhammad Saleh saat ditemui usai rapat.

Di akhir rapat, Rektor IAIN Parepare Dr. Ahmad Sultra Rustan mengajak kepada segenap unsur yang tergabung dalam kepanitiaan agar selalu kompak, gotong royong serta ikhlas dalam bekerja demi suksesnya kegiatan peresmian. "Kita berada dalam budaya bugis yaitu budaya gotong royong, selalu kita ikhlas dalam melakukan kegiatan. Karena yakinlah orang ikhlas itu akan diberikan pahala, diberikan berkah dan  rezeki dari yang tidak mereka sangka-sangka juga", tutupnya.

 

Selasa, 10 Juli 2018

Info: Persyaratan Pendaftaran Ulang dan UKT 2018

IAIN Parepare--- Peserta yang dinyatakan lulus seleksi di IAIN Parepare melalui jalur UM-PTKIN dapat melakukan heregistrasi (pendaftaran ulang) di Gedung Sekretariat Panitia PMB SPAN-UM PTKIN 2018 pada tanggal 10 Juli s.d 20 Juli 2018 dengan membawa berkas sebagai berikut:


  1. Kartu Tes UM-PTKIN 2018.

  2. Foto copy Ijazah yang telah dilegalisasi (bagi lulusan 2018 yang belum menerima ijazah dapat menyetor fotocopy SKHU/SKL yang sudah dilegalisasi) sebanyak 1 lembar.

  3. Membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT):

  4. Untuk Program Studi: (1) Tadris Matematika; (2) Tadris IPA; (3) Pendidikan Agama Islam; (4) Tadris Bahasa Inggris; (5) Pendidikan Islam Anak Usia Dini; (6) Pendidikan IPS; (7) Manajemen Pendidikan Islam; (8) Hukum Keluarga (Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah); (9) Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah); (10) Perbankan Syariah; (11) Hukum Tata Negara (Siyasah); (12) Ekonomi Syariah; (13) Hukum Pidana Islam (Jinayah); (14) Manajemen Keuangan Syariah; (15) Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah; (16) Akuntansi Syariah; (17) Pariwisata Syariah; (18) Komunikasi dan Penyiaran Islam; (19) Bimbingan dan Konseling Islam; (20) Manajemen Dakwah; (21) Pengembangan Masyarakat Islam; (22) Sosiologi Agama; dan(23) Jurnalistik Islam, yaitu: sebesar Rp. 1.325.000,-.



  1. Untuk Program Studi: (1) Pendidikan Bahasa Arab; (2) Sejarah Peradaban Islam; (3) Bahasa dan Sastra Arab; dan (4) Manajemen Zakat dan Wakaf, yaitu: sebesar Rp. 1.075.000,-.



Pengumuman hasil seleksi UM-PTKIN dapat diakses dilaman resmi website UM-PTKIN http://pengumuman.um-ptkin.ac.id/

(Klik untuk lihat hasil seleksi  UM-PTKIN 2018)

Bagi yang belum lulus, masih dibuka pendaftaran Jalur Ujian  Mandiri  IAIN Parepare mulai 14 Mei hingga 17 Juli 2018.

 

 

Kamis, 05 Juli 2018

Ratusan Mahasiswa Ikuti Pembekalan KPM

IAIN Parepare--- Sebanyak 907 mahasiswa yang terdiri dari berbagai jurusan pada Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare mengikuti pembekalan Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM), Kamis (05/07).

Kegiatan pembekalan peserta KPM tahun 2018 merupakan salah satu kegiatan yang wajib diikuti oleh calon peserta KPM sebelum menuju ke lokasi. Sedikitnya, terdapat dua kabupaten yang menjadi target KPM pada tahun 2018, yakni kabupaten Sidrap yang terdiri dari 11 kecamatan (99 posko) dan kabupaten Enrekang pada kecamatan Buntu Batu dan desa Latimojong (6 posko).

Pembekalan KPM berlangsung di Audiotrium IAIN Parepare selama empat hari mulai  tanggal 5 sampai dengan 8 Juli 2018 . Ketua panitia KPM IAIN Parepare, Dr. Ramli mengungkapkan tema yang diangkat adalah pengabdian masyarakat berbasis budaya. "Kami ingin mencoba melihat bagaimana potensi-potensi kearifan lokal itu menjadi salah satu kekuatan dalam rangka pengembangan sumber daya manusia," jelas Ramli saat menyampaikan laporan selaku Ketua Panitia.

Muhammad Djunaidi selaku Pelaksana Tugas (Plt Wakil Rektor 1) mengungkapkan mahasiswa KPM harus menyesuaikan dengan kondisi dan situasi yang ada di lapangan. "Yang paling penting diantara kalian, pada saat nanti pembentukan kelompok kita sudah berada pada kelompok paguyuban artinya kita sudah berada  pada suatu ikatan kekeluargaan," nasehat Muhammad Djunaidi sebelum membuka kegiatan pembekalan KPM.

[caption id="attachment_8286" align="alignnone" width="300"] Foto mulai dari kiri: Dr. Zainal Said, M.H (Kepala P3M IAIN Parepare), Drs. Muhammad Djunaidi, M. Ag (Plt. Wakil Rektor I), Dr. H. Sudirman, M.H (Plt. Wakil Rektor II dan Dr. Ramli, S. Ag, M. Sos. I (Ketua panitia KPM 2018)[/caption]



Sementara salah satu peserta pembekalan KPM, Nurul mengaku antusias dengan adanya Kuliah Pengabdian Masyarakat. Ia mengaku telah sibuk menyiapkan segala keperluan yang akan dibutuhkan di lokasi KPM. Meskipun pembekalan KPM sempat ditunda dikarenakan adanya penyesuaian akademik namun rencananya, pemberangkatan KPM akan tetap dilaksanakan pada Senin 30 Juli 2018 sedangkan penarikan peserta KPM akan dilakukan pada tanggal 17 September mendatang.

 

Rabu, 04 Juli 2018

Pascasarjana Laksanakan Ujian CBT Untuk Program Magister (S2)

IAIN PAREPARE—Program Pascasarjana Insitut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare menggelar ujian Computer Based test (CBT) untuk penerimaan mahasiswa baru program pascasarjana magister (S2) Selasa (3/07) di Lab Komputer IAIN Parepare.

Ketua Jurusan Dakwah dan Kominikasi Dr. Muhammad Shaleh, M. Ag. sebagai pengawas ujian CBT memaparkan bahwa dari 90 peserta yang mengikuti ujin CBT program Magister terdapat 1 (satu) peserta  ujian yang tidak mampu melihat cahaya komputer dan untuk melaksanakan ujian CBT di berikan pelayanan khusus dan dibimbing  oleh panitia.

Lanjut ketua tim penyelanggara ujian CBT Muh Ahsan, M.Si memaparkan bahwa peserta pada hari ini mengikuti ujian Tes Potensi Akademiik (TPA), Keislaman, Bahasa Inggris, dan Bahasa Arab. Sedangkan tes wawancara dilaksanakan tanggal 4 juli 2018.

Penerimaan mahasiswa baru program Pascasarjana ini juga juga disosialisasikan melalui media cetak dan elektronik guna memberikan informasi kepada masyarakat.