Kamis, 31 Mei 2018

Sosialisasi PMA Nomor 9 tahun 2018: IAIN Parepare diharapkan Ikut Beri Kontribusi

IAIN Parepare--- Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare melaksanakan sosialisasi Peraturan Menteri Agama (PMA) nomor 9 tahun 2018 tentang buku pendidikan agama Islam di ruang Pascasarjana IAIN Parepare, Kamis (31/05).

Peraturan Menteri Agama tersebut sebagai turunan dari undang-undang nomor 3 tahun 2017 tentang sistem pembukuan.  Hal ini dilakukan atas beredarnya buku-buku pendidikan agama Islam di berbagai jenjang sekolah mulai dari SD (Sekolah Dasar), Tsanawiyah maupun Aliyah sederajat, di mana terdapat kekeliruan baik dari segi isi ataupun gambar yang ditampilkan pada buku.

Sosialisasi yang dihadiri langsung oleh Dr. Muhammad Zain, M. Ag selaku Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Lektur, Khazanah Keagamaan, dan Manajemen Organisasi Balitbang (Badan Penelitian dan Pengembangan) dan Diklat (Pendidikan dan Pelatihan) Kementerian Agama Republik Indonesia (RI). Kegiatan yang dimoderatori oleh Dr. Zainal Said turut dihadiri pula oleh para pelaksana tugas wakil rektor, ketua jurusan serta segenap dosen IAIN Parepare.

Dr. Muhammad Zain mengungkapkan buku agama yang beredar pada sekolah akan dilakukan penilaian dengan membentuk tim reviewer. "Kita akan bentuk tim reviewer penilaian nasional. Apanya yang dinilai adalah isinya, kontennya, penyajiannya, bahasanya, grafikanya, apakah gambar-gambarnya itu sudah cocok, tidak mengandung intoleransi dan tidak menyinggung agama-agama lain," jelasnya saat ditemui usai menjadi narasumber sosialisasi.

[caption id="attachment_8165" align="alignnone" width="300"] Foto: Dr. Muhammad Zain, M. Ag saat menjelaskan[/caption]

Lebih lanjut ia berharap agar civitas akademik IAIN Parepare ikut memberikan kontribusi untuk mengawasi, mengontrol serta melakukan pengecekan terhadap buku-buku yang dipelajari oleh anak-anak di sekolah. "Buku ini bisa menentukan masa depan bangsa, dapat dibayangkan jika anak-anak kita hanya belajar sejarah perang, sejarah berdarah-darah tetapi sebaliknya kalau anak-anak kita belajar tentang perdamaian, kesantunan, toleransi. Maka bangsa ini semakin kuat dan bisa bertahan di masa depan," tambahnya.

[caption id="attachment_8163" align="alignnone" width="300"] Kiri Narasumber (Dr. Muhammad Zain, M. Ag), tengah Rektor IAIN Parepare (Dr. Ahmad Sultra Rustan, M. Si) dan kanan moderator (Dr. Zainal Said, M.H)[/caption]

Sementara Rektor IAIN Parepare, Dr. Ahmad Sultra Rustan mengaku sangat mengapresiasi inisiasi pelaksanaan kegiatan sosialisasi. "Kehadiran PMA nomor 9 tahun 2018 ini telah memberikan warna baru dan memberikan gambaran tentang masa depan dari generasi muda kita yang akan disuguhi buku-buku yang memang layak sehingga kita akan tetap mempertahankan keutuhan negara Republik Indonesia sebagai NKRI," ungkapnya usai penutupan kegiatan.

"Mempelajari sejarah ibarat menarik anak panah dari busurnya. Dengan menariknya jauh ke belakang, maka semakin melesat jauh dr busurnya. Bangsa yg kuat adalah yg memiliki dan merawat sejarah kejayaan masa lalunya"


-Dr. Muhammad Zain, M. Ag-


Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Lektur, Khazanah Keagamaan, dan Manajemen Organisasi Balitbang (Badan Penelitian dan Pengembangan) dan Diklat (Pendidikan dan Pelatihan) Kementerian Agama Republik Indonesia (RI)



Rabu, 30 Mei 2018

Inspiratif: Primaditha, Jadi Duta GenRe Sulsel 2018

IAIN Parepare --- Primaditha Nanda Ayurida, mahasiswi semester enam dari program studi Perbankan Syariah jurusan Syariah dan Ekonomi Islam IAIN Parepare dengan tekad yang kuat kembali mengambil  kesempatan yang ada di depan mata.

Belum lama di awal tahun 2018, wanita yang akrab disapa Dita ini berhasil terpilih menjadi salah satu perwakilan Indonesia timur untuk ikut dalam kegiatan Thailand Intercultural Camp (TIC) dan pada akhir bulan Mei 2018, ia kembali menorehkan prestasi dengan berhasil memenangkan apresiasi pemilihan  Duta GenRe (Generasi Berencana) Sulawesi Selatan (Sulsel) perwakilan putri jalur pendidikan (28/05). Pemilihan tersebut diadakan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulawesi Selatan yang digelar selama tiga hari di Hotel Grand Malebu Makassar.

Dari 59 peserta (putra dan putri) pada jalur pendidikan dan  28 peserta (putra dan putri) pada jalur Masyarakat, Primaditha berhasil unggul dengan terpilih menjadi juara I (satu) putri pada jalur pendidikan. "Alhamdulillah, bersyukur. Ada lagi amanah baru, semoga bisa dijalankan dengan baik," harapnya saat diwawancarai via whatsapp (30/05).

[caption id="attachment_8149" align="alignnone" width="169"] Sisi kanan (Primaditha, mahasiswi IAIN Parepare) dan sisi kiri (Nabila, Siswa SMA 5, Juara III putri). Keduanya asal kota Parepare yang ikut dalam jalur pendidikan.[/caption]

Primaditha yang selama ini aktif mengabdi di forum Anak kota Parepare sekaligus pernah menjadi Duta Anak Sulsel (2011 s/d 2013) mengaku termotivasi mengikuti ajang tersebut dikarenakan adanya kesinambungan kerja antara amanah sebelumnya. "Usia anak itu 0 (nol) sampai 18 sedangkan yang dicover duta GenRe itu sampai 24 yang fokusnya lebih kependudukan, kesehatan reproduksi sama pernikahan dini. Jadi saya rasa besar motivasiku menjadi duta GenRe karena ingin melanjutkan kegiatan yang sama dan pengabdian yang sama," jelasnya.

Menjadi duta sebagai role model BKKBN dengan menjalankan berbagai program pada generasi berencana menjadi salah satu langkah nyata dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat serta mewujudkan generasi penerus bangsa yang lebih baik. Ke depan, jika para generasi muda berani mengambil setiap kesempatan dengan tujuan menjadi manusia bermanfaat bagi sesama maka Indonesia akan lebih maju dari segi SDM (Sumber Daya Manusia) serta hidup damai sebagai wujud kepeduliaan terhadap sesama manusia.

"Duta, Setahun Menjabat, Seumur Hidup Mengabdi, Selamanya Menebar Inspirasi"


-Primaditha Nanda Ayurida-



 

 

 

Prodi Tadris IPS, Buka Puasa Bersama Anak Panti Asuhan

IAIN Parepare--- Mahasiswa program studi tadris IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial) jurusan Tarbiyah dan Adab IAIN Parepare melaksanakan buka puasa bersama anak panti asuhan (27/05). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Panti asuhan Al-Birru Bumi Harapan, Bacukiki Barat kota Parepare yang memiliki 95 orang anak panti beserta pengelola.

    

Buka puasa bersama dilakukan guna menjalin silaturahim dan berbagi ke sesama umat muslim khususnya dalam rangka meraih keberkahan pada bulan suci Ramadhan. Sukma salah satu mahasiswa mengaku antusias dengan adanya kegiatan tersebut. "Kami semua antusias dan sangat bersyukur bisa bekerja sama mengadakan suatu kegiatan positif di bulan suci ramadhan ini. Kegiatan ini sebagai bentuk manisfestasi dari nilai-nilai yang terkandung dalam esensi puasa" jelasnya.

Pihak panti asuhan Al-Birru juga merespon positif kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa Prodi Tadris IPS. Kegiatan tersebut merupakan  langkah awal menjalin ukhuwah dengan masyarakat yang akan dilaksanakan tiap tahun.

Senin, 28 Mei 2018

BAN-PT Lakukan Surveilen Pertama di IAIN Parepare

IAIN Parepare--- Pasca perubahan bentuk dari STAIN Parepare menjadi Instititut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare, Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) melakukan surveilen (surveillance) atau proses pengumpulan serta pengecekan data terkait lembaga kampus di Ruang Zona Akreditasi, IAIN Parepare (28/05).

Sebanyak 6 orang yang tergabung dalam satu tim asesmen surveilen di antaranya Prof. Akhmad Fauzi, Ph. D (Dewan Esksekutif BAN-PT), Prof. Dr. Mustofa Kamil, M. Pd (UPI Bandung), Dr. Ahmad Yani Anshori, M. MA (UIN Yogyakarta), Prof. Suwito, MA (UIN Jakarta), DR. Sugeng Listyo Prabowo, M. Ag (UIN Malang) dan Delisa Rufiana B. BusCom (BAN-PT).

[caption id="attachment_8131" align="alignnone" width="300"] Turut hadir pula para pelaksana tugas Wakil Rektor, Ketua Jurusan, Kepala unit dan para Penanggungjawab Program Studi[/caption]

Dari 8 STAIN dan 1 Sekolah Tinggi Agama Hindu  yang berubah bentuk menjadi Instititut Agama Islam Negeri, IAIN Parepare merupakan kampus pertama yang dikunjungi guna memberi penilaian serta pengecekan data. Berbagai pertanyaanpun diajukan kepada pihak pengelola lembaga kampus seperti  ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM) hingga sarana dan prasarana kampus yang dimiliki.

Prof. Akhmad Fauzi  selaku Dewan Eksekutif BAN-PT melihat adanya peningkatan fasilitas serta melakukan pengecekan kembali atas relevansi pasca berubah bentuk dari STAIN menjadi IAIN. “Secara umum ada fasilitas yang lebih baik dibanding ketika menjadi sekolah tinggi tapi ada juga beberapa yang perlu dibenahi karena naiknya status dari STAIN menjadi IAIN adalah konsekunsi yang harus diperbaiki sana-sini. Itulah yang perlu kami cek kembali apakah tadinya STAIN menjadi IAIN apakah relevan atau tidak. Kami hanya mengecek apa yang kami tulis”, jelasnya.

[caption id="attachment_8130" align="alignnone" width="300"] Penyerahan berkas oleh Prof. Akhmad Fauzi  (Dewan Eksekutif BAN-PT) kepada Dr. Ahmad Sultra Rustan, M. Si (Rektor IAIN Parepare)[/caption]

Sementara Dr. Ahmad Sultra Rustan menanggapi positif kedatangan dari tim surveilen ke kampus IAIN Parepare. “Dengan kedatangan tim ini banyak sekali manfaat banyak masukan yang diberikan kepada kami utamanya untuk melihat kekurangan-kekurangan. Tentu standar ketika menjadi STAIN dan IAIN itu berbeda standar, alat ukurnya juga berbeda sehingga kita masih perlu penyesuaian utamanya dalam hal akreditasi”, jelasnya.

Lebih lanjut ia berharap ke depan IAIN Parepare bisa memperoleh akreditasi yang baik. “Kita semua berharap mudah-mudahan kita bisa mendapat akreditasi yang baik demi menjaga kepercayaan kepada masyarakat kepada IAIN Parepare,” harapnya.

Kamis, 24 Mei 2018

Perkemi dojo IAIN Parepare Ikut Kejuaraan Nasional

IAIN PAREPARE—Perkemi dojo Insitut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare ikut dalam  kejuaraan nasional kempo Piala Rektor di Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar pada Mei 2018 yang di laksanakan oleh Pengurus Persaudaraan Shoriinji Kempo Indonesia (Sulawesi Selatan).

Pada pelaksanaan kejuaraan ini sekaligus dimanfaatkan menjadi ajang uji coba atlet dari berbagai daerah khususnya di Sulsel sebelum berlaga di Pekan Olahraga Daerah (Porda) di Kabupaten Pinrang, September 2018.

Dalam mengikuti kejuaraan tersebut Perkemi dojo IAIN Parepare mengirim 11 atlet dan meraih 2 penghargaan, Abdul Wahab meraih Perak (kelas 45 kg Putra) dan Husnul Khotimah meraih Perunggu (kelas 54 kg putri).

“kami sudah mengikuti kejuaraan ini selama 3 tahun terakhir dan untuk mengikut kejuaraan ini butuh latihan minimal 3 bulan dan saya yakin untuk mendapatkan hasil, harus betul-betul berusaha karena saya percaya bahwa proses tidak akan menghianati hasil.”ungkap Adi Irwandi ketua Perkemi dojo IAIN Parepare .

Penyelenggaraan Rektor Cup 2018 ini juga menjadi momentum bagi para atlet Sulsel yang tengah fokus dimatangkan kemampuannya untuk proyeksi babak kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2019.

 

         

 

    

   

 

 

 

 

 

Rabu, 23 Mei 2018

Workshop Pembinaan Karakter dan Mental Mahasiswa Bidikmisi IAIN Parepare



IAIN Parepare_ Sabtu-Minggu/19-20 Mei 2018 kegiatan Workshop Pembinaan Karakter dan Mental Mahasiswa Bidikmisi IAIN Parepare dilaksanakan di AULA IAIN Parepare. kegiatan ini terlaksana atas berkat kerjasama dari seluruh pihak dimana peserta dari Workshop tersebut yakni Mahasiswa Bidikmisi Angkatan 2017 sebanyak 95 Orang adapun Narasumber dari kegiatan ini yakni Bpk Ilhamuddin,S.Psi.,MA . Ujar Herdah selaku Ketua Panitia kegiatan tersebut.



Ahmad Sultra Rustan mengatakan bahwa kegiatan ini sangat baik dan tepat untuk dilaksanakan  karena disaat beberapa kampus memiliki mahasiswa yang karakternya negatif. Namun pada IAIN Parepare pemandangan seperti itu tidak nampak, apalagi dengan adanya workshop pembinaan karakter dan mental yang akan akan membuat karakter dan mental mahasiswa semakin baik. Ungkap Rektor IAIN Parepare saat membuka kegiatan tersebut.

 

 

 

 

 

Selasa, 22 Mei 2018

Antusias Calon Mahasiswa Baru, Jalur UM-PTKIN 2018

IAIN Parepare--- Panitia penerimaan mahasiswa baru Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare melaksanakan ujian pada jalur kedua penerimaan yakni Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagaaman Islam Negeri (UM-PTKIN), Selasa (22/05). Sebanyak 1540 peserta mengikuti ujian yang tersebar pada setiap ruangan kelas yang ada di kampus IAIN Parepare.

Dr. Zainal Said ketua pelaksana ujian menjelaskan terdapat dua tipe ujian yakni Paper Based Test (PBT) dan  Computer Based Test (CBT). PBT adalah ujian yang diselenggarakan secara tertulis sedangkan Computer Based Test (CBT) di mana ujian yang diselenggarakan menggunakan komputer dengan jumlah butir soal dan panjang waktu tes yang sama dengan PBT.

[caption id="attachment_8084" align="alignnone" width="300"] Tipe ujian Computer Based Test (CBT)[/caption]

Rektor IAIN Parepare, Dr. Ahmad Sultra Rustan yang turut ikut memantau langsung pelaksanaan UM-PTKIN melihat antusias calon mahasiswa baru. "Kelihatannya mereka sangat antusias untuk mengikuti ujian sehingga nampak sekali kalau calon mahasiswa ini mempunyai harapan yang besar untuk diterima sebagai mahasiswa baru pada IAIN Parepare," ungkap Ahmad Sultra Rustan saat ditemui memantau di gedung Syariah, IAIN Parepare.



Lebih lanjut ia menjelaskan dari tiga ribuan peserta yang mendaftar melalui jalur SPAN (Seleksi Prestasi Akademik Nasional) PTKIN dan UM-PTKIN tidak semua pendaftar bisa diterima. Hal ini dikarenakan adanya pembagian porsi kuota yang dibatasi dengan mempertimbangkan perbandingan antara rasio dosen dan mahasiswa yang belum mencukupi.

Di samping itu, Dr. Ahmad Sultra Rustan juga menekankan tidak ada afirmasi dalam penerimaan mahasiswa baru tersebut. "Mulai dari rektor sampai pada cleaning service tidak ada pesanan-pesanan bahwa tolong dibantu anak mereka untuk lulus. Kita di sini murni melakukan seleksi karena kami anggap bahwa ini adalah sebuah amanah yang harus kita jalankan dengan penuh tanggungjawab," ujar Ahmad Sultra Rustan.

Usai ujian dilaksanakan, para pengawas ujian yang merupakan dosen IAIN Parepare langsung mengumpulkan lembar jawaban dan berita acara kepada panitia pelaksana.

[caption id="attachment_8087" align="alignnone" width="300"] Tempat Pengumpulan, Gedung Rektorat Lantai 1[/caption]