Tampilkan postingan dengan label Kanker. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kanker. Tampilkan semua postingan

Selasa, 16 April 2019

Divonis Kanker Stadium Tiga, Cinta Penelope Menangis Ditinggalkan Suami Bule - CumiCumi.com

Berusaha ikhlas menerima penyakit kanker stadium tiga, Cinta Penelope sempat mendapat sumber kekuatan cinta dari pasangan.
Read More

Divonis Kanker Stadium Tiga, Cinta Penelope Ucap Alhamdulillah - CumiCumi.com


Tak marah atau syok ketika divonis kanker stadium tiga, Cinta Penelope justru mengucap syukur Alhamdulillah. Tak mau jadikan penyakit sebagai musibah, pelantun tembang Keong Racun itu menyebut serangan kanker merupakan rezeki hidup.


Cinta-Penelope-2.jpg


“Pertama aku ucapkan 'Alhamdulillah'. Kalau syok nggak ya, karena aku sudah ngerasain sakit hebat sekali dan kita cek berapa kali awalnya nggak ada masalah. Sampai cek keseluruhan di Singapura baru ketahuan, nggak merasa kaget karena sakitnya hebat berarti sehebat lebih dari itu dosa-dosa saya,” ucap Cinta Penelope ditemui di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Selasa (17/4).


Cinta menyebut penyakit kankernya sebagai rezeki sekaligus ujian dari Allah SWT. Jalani pengobatan dan menerima penyakit dengan kesabaran dianggapnya sebagai jihad yang bisa menguatkan dan mampu bertahan.


BACA JUGA, Diserang Kanker Stadium Tiga Saat Hijrah, Begini Perasaan Cinta Penelope


Benarkah selain menjalani terapi dan pengobatan yang begitu panjang, Cinta juga menderita penyakit gangguan ginjal karena sempat jadi pecandu alkohol di masa lalu?


Cinta-Penelope-3.jpg


“Masih kemo dan aku jalani steamcell dua kali dan ada perubahan signifikan setelah steamcell di Malaysia. Aku juga punya ginjal, masa laluku alkoholic, ginjal juga rusak dan harus dilakukan operasi besar. Tapi nggak bisa dilakukan karena ginjalku belum mumpuni, jadi dioperasi tetap cuci darah dan mungkin aku akan lumpuh, jadi sama saja mendiang aku fight. Pasti ada obat dan kita coba segala obat-obatnya dan terapinya,” pungkasnya. O gun/ana




Read More

Kanker Bibir, Kanker yang Umum Diderita Pria Berusia 50 Tahun - SINDOnews

loading...

JAKARTA

- Kanker bibir adalah bentuk kanker kepala dan leher yang dimulai pada sel skuamosa pada bibir dan mulut. Tanda-tanda awal penyakit ini bisa berupa luka atau benjolan yang tidak sembuh di bibir atau di mulut. Menurut Skin Cancer Foundation (SCF), kanker bibir menyumbang sekitar 0,6% dari semua kanker di Amerika Serikat dan jenis kanker ini paling umum diderita laki-laki dengan kulit terang di atas usia 50 tahun.

Dilansir dari Medical News Today, faktor risiko umum untuk kanker bibir termasuk paparan sinar matahari yang berkepanjangan, asupan alkohol yang banyak, dan penggunaan tembakau. Pilihan pengobatan tergantung pada stadium, ukuran, dan lokasi tumor. Namun, kanker bibir sering dapat disembuhkan dengan diagnosis dan perawatan dini. Gejala paling umum pada kanker bibir pun sangat beragam.

Salah satunya sakit pada bibir atau di dalam mulut yang tidak kunjung sembuh. Selain itu, tanda dan gejala lain dari kanker bibir dapat meliputi benjolan di bibir atau penebalan yang nyata pada bibir, terasa sakit atau mati rasa, berdarah dari bibir, bercak merah atau putih di bibir, sesak di rahang yang dihasilkan dari pembengkakan Seperti jenis kanker lainnya, kanker bibir mungkin tidak selalu memiliki gejala yang jelas pada tahap awal.

Orang kadang-kadang menemukan bahwa mereka menderita kanker bibir selama kunjungan rutin ke dokter gigi mereka. Gejala-gejala kanker bibir bisa serupa dengan kondisi-kondisi lain, jadi penting untuk menemui dokter atau dokter gigi tentang lesi atau pendarahan yang tidak dapat dijelaskan dari bibir. Siapa pun bisa terkena kanker bibir. Namun, gaya hidup dan faktor lingkungan tertentu dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit ini.

Faktor-faktor ini termasuk penggunaan alkohol berat, merokok atau menggunakan produk tembakau, paparan sinar matahari alami atau buatan dalam waktu lama, seperti dari tanning bed. Sedangkan faktor risiko lain termasuk jenis kelamin laki-laki, memiliki kulit berwarna terang, berusia di atas 40 tahun, terinfeksi dengan strain human papillomavirus (HPV) tertentu, termasuk strain 16 dan 18.

Seseorang harus berkonsultasi dengan dokter atau dokter gigi tentang perubahan yang tidak biasa pada bibir atau mulut mereka, terutama benjolan atau lesi lain yang tidak membaik dengan sendirinya. Kunjungan rutin ke dokter gigi meningkatkan kemungkinan mendeteksi bibir dan jenis kanker mulut lainnya sejak dini. Sangat penting bagi orang dengan risiko lebih tinggi terkena kanker bibir untuk melakukan pemeriksaan gigi secara teratur.

Jika seorang dokter gigi mencurigai atau menemukan kanker bibir, penting bagi individu tersebut untuk membuat janji temu dengan penyedia perawatan primer mereka. Seorang dokter dapat sepenuhnya mendiagnosis kanker bibir dan bekerja dengan orang tersebut untuk mengembangkan rencana perawatan yang tepat. Tidak selalu mungkin untuk mencegah kanker bibir. Namun, seseorang dapat mengurangi risiko terkena kanker bibir dengan beberapa cara.

Mulai dari menggunakan pelindung matahari yang tepat saat berada di luar, termasuk tabir surya, lip balm dengan perlindungan SPF, dan topi dengan pinggiran penuh, membatasi atau menghindari penggunaan tanning bed, mengurangi asupan alkohol, keluar dari produk tembakau dan menghindari asap tembakau dan melakukan pemeriksaan gigi secara teratur.

Menurut SCF, faktor risiko paling umum untuk kanker bibir adalah paparan sinar ultraviolet (UV) kumulatif, yang mungkin mempengaruhi orang-orang yang menghabiskan banyak waktu di bawah sinar matahari atau menggunakan tanning bed.

(alv)


Read More